Tuesday, April 14, 2015

NUBUAT AKHIR ZAMAN


Kalau kita membaca kepala-kepala berita di semua surat kabar dan situs berita dewasa ini, akan nyata terlihat dan terasa bahwa dunia ini makin bergejolak dan tidak menentu. Berbagai krisis sosial ekonomi, politik, bahkan moral dan agama, selalu mewarnai perkembangan dunia. Bahkan ke mana pun kita menengok di sekitar lingkungan kita sendiri, ada rasa ketidaknyamanan, ketidakpastian dan bahkan ketakutan, dengan segala sesuatu yang terjadi di depan mata kita.

Yesus dan murid-murid-Nya di Bukit Zaitun
Sesungguhnya Alkitab telah lama menubuatkan mengenai zaman kita sekarang. Jika kita membuka di Injil Matius pasal 24 ayat 3, di situ dikisahkan bahwa murid-murid Yesus mendatangi Sang Guru dan bertanya kepada-Nya:  "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Lalu Yesus menubuatkan berbagai peristiwa sebagai tanda bahwa kedatangan-Nya sudah dekat (Matius 24:4-8, Lukas 21:8-11)

(Matius 24:4-8)
4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

(Lukas 21:8-11)
8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Perhatikanlah ayat 8 dari Matius pasal 24. Bunyinya: "Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru." Istilah Yunani yang diterjemahkan menjadi "penderitaan menjelang zaman baru" di sini adalah odinon, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai "sakit bersalin" atau "rasa sakit menjelang melahirkan". Pemahaman lebih dalam dari istilah ini memberi kita perspektif yang penting dalam memaknai tanda-tanda zaman yang dinubuatkan Yesus.
Sebagaimana sakit bersalin yang dialami seorang perempuan, seiring waktu meningkat baik intensitas maupun frekuensinya, begitu pula tanda-tanda yang disebutkan Yesus itu akan mengalami peningkatan yang serupa menjelang kedatangan-Nya.
Ambillah salah satu contoh dari tanda-tanda tersebut: gempa bumi (Matius 24:7, Lukas 21:11). Jika kita amat-amati,kejadian kegempaan di tempat manapun di seluruh dunia cenderung meningkat baik intensitas berupa besarnya goncangan dan kerusakan yang ditimbulkan maupun frekuensi kejadiannya, dengan masing-masingnya memakan korban ratusan bahkan ribuan jiwa meninggal dan luka-luka. Berikut ini adalah data statistik kejadian kegempaan (6 SR atau lebih) di seluruh dunia yang penulis dapatkan dari ProphecyUpdate.com:

Periode (Tahun)
Jumlah Kejadian Kegempaan
1890 - 1899
1900 - 1910
1910 - 1930
1930 - 1940
1940 - 1970
1970 - 1980
1980 - 1989
1990 - 1994
1995 - 2004
2004 - 2014
1
3
4
5
13
56
310
747
1484
1841

Dari data di atas, nampak jelas adanya peningkatan. Ini seolah-olah mengisyaratkan bahwa bumi semakin tidak stabil, makin berisiko sebagai tempat hunian manusia, dan setiap saat siap memakan korban lebih banyak lagi.



Yoel 2:30 yang juga menguraikan tanda-tanda Akhir Zaman, menyebutkan di antaranya "api dan gumpalan-gumpalan asap", yang mungkin sekali mengacu kepada letusan gunung berapi. Sebagaimana halnya gempa bumi, letusan gunung berapi pun mengalami peningkatan di seluruh dunia, fenomena yang para ahli pun sulit menjelaskan penyebabnya. Tahun 2013 mencatat rekor jumlah terbanyak letusan gunung berapi di seluruh dunia dalam setahun (dibanding tahun-tahun sebelumnya), dan tahun  berikutnya, 2014, bahkan mencatat lebih banyak lagi. Sekitar 90% peristwa gempa bumi dan 75% letusan gunung berapi di dunia terjadi di sepanjang area yang disebut "Cincin Api" (Ring of Fire). Dalam beberapa bulan belakangan sudah tercatat berbagai letusan gunung berapi besar di Peru, Hawaii, Rusia, Reunion Island, Alaska, dan bahkan Indonesia sendiri. Fenomena aneh ini, di mana begitu banyak gunung berapi meletus dalam waktu begitu berdekatan, bahkan nyaris bersamaan, menyebabkan terkumpulnya sejumlah besar partikel debu di atmosfer yang memblokir sinar matahari, hingga pada gilirannya menyebabkan cuaca dingin yang ekstrim di beberapa tempat di dunia, dan dalam jangka panjang dapat memperparah kejadian gagal panen dan kelaparan di seluruh dunia.


Tanda lainnya adalah kelaparan global (Matius 24:7, Lukas 21:11), yang saat ini tengah melanda sekitar 1/6 dari 6 milyar penduduk bumi, dan menyebabkan kematian tidak kurang dari 34.000 ribu jiwa per HARI. Ditambah lagi tingkat malnutrisi yang parah yang diderita 34 juta anak-anak di seluruh dunia dan mengambil nyawa sekitar 1 juta dari anak-anak ini per tahunnya. Menurut perkiraan Science Daily, kurang dari 40 tahun lagi dunia akan menghadapi krisis pangan yang serius akibat menurunnya ketersediaan lahan pertanian, air dan energi.

Di samping kelaparan, Yesus juga menyebut sampar (sebutan lain bagi wabah penyakit) sebagai tanda lain yang menyertainya. Wabah penyakit berbahaya yang tengah mengancam dunia saat ini adalah HIV-AIDS, Ebola, SARS, DBD, dan penyakit-penyakit lama yang muncul kembali seperti TBC, kolera dan polio -- berlawanan dengan ramalan para ahli beberapa dasawarsa yang lalu bahwa kemajuan di bidang medis dan kedokteran akan menghilangkan penyakit-penyakit ini; yang terjadi justru sebaliknya, virus penyakit-penyakit ini malah bermutasi menjadi lebih kebal terhadap antibiotik dan metode pengobatan standar modern yang kita miliki sejauh ini. Dewasa ini, dari total 59 juta kematian di seluruh dunia per tahunnya, sekitar setengahnya (atau 30 juta) diakibatkan oleh penyakit. Tingginya tingkat kepadatan penduduk, rendahnya tingkat sanitasi, peperangan dan kemiskinan, ikut menyuburkan penyebaran penyakit. Di sisi lain, kemajuan dalam transportasi murah dan cepat, khususnya melalui udara, yang menyebabkan makin intensifnya pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya di seluruh dunia, malah memperbesar kemungkinan penyebaran virus penyakit berbahaya hingga ke tempat-tempat yang jauh hanya dalam hitungan hari. Contohnya, kasus Ebola: sejak awal penyebarannya di Afrika Barat pada bulan Maret 2014 hingga Februari 2015, virus Ebola telah mengambil 9.177 nyawa manusia di 6 negara, termasuk Amerika Serikat.

Deklarasi berdirinya Negara Israel, 14 Mei 1948
Akan tetapi, indikator yang paling jelas untuk mengukur seberapa dekatnya kedatangan Tuhan, adalah umat pilihan Allah: ISRAEL. Ada banyak nubuat Akhir Zaman dalam Alkitab yang terkait erat dengan bangsa Israel ini. Dengan lahirnya Negara Israel modern pada 14 Mei 1948, maka sesungguhnya "hitungan-mundur" (countdown) menuju penggenapan nubuat-nubuat "kunci" Akhir Zaman telah dimulai.
Sejak penumpasan pemberontakan bangsa Yahudi oleh penjajah Romawi pada tahun 135 M, diikuti pengusiran besar-besaran terhadap mereka keluar dari tanah nenek moyang mereka, serta-merta terhenti juga eksistensi mereka sebagai suatu bangsa, kehilangan tanah tumpah darah, kehilangan identitas kebangsaan. Mereka tersebar ke tengah-tengah segala bangsa, seringkali mengalami penganiayaan, dan dipandang sebagai kelompok yang terpinggirkan, terbuang, dan tak diinginkan. Pusat spiritual, religius, dan nasional mereka, yakni Bait Allah yang berlokasi di Yerusalem, sudah dihancurkan. Dipulihkannya kembali status mereka sebagai bangsa di tanah leluhur mereka  sendiri pada tahun 1948 itu tentulah menjadi penting, karena penggenapan nubuat-nubuat Akhir Zaman yang sebagian besar berpusat di Tanah Israel ini menuntut adanya kehadiran umat pilihan ini di sana, sebagai pemegang peran sentral di dalamnya.

Salah satu contoh nubuat tersebut terdapat di dalam Mazmur 83, yang berisi doa memohon pertolongan dari Allah Israel terhadap ancaman bangsa-bangsa di sekeliling umat Allah ini yang berencana jahat hendak menyerang dan menghancurkannya. Asaf, penulis mazmur ini, adalah seorang "pelihat" (1 Tawarikh 25:2, 2 Tawarikh 29:30, 35:15), dan koalisi bangsa-bangsa yang disebutkan di dalam mazmur ini belum pernah ada di sepanjang sejarah Israel, sehingga boleh dikatakan mazmur ini bersifat nubuat, yakni menggambarkan peristiwa yang masih akan terjadi di masa depan. Perhatikanlah nama bangsa-bangsa yang disebut di situ beserta lokasi/letak negeri-negeri tempat bangsa-bangsa itu berdiam. Nyata bahwa setiap negeri itu, di masa sekarang ini ditempati oleh negara/komunitas Arab yang memusuhi Israel dan menginginkan kehancurannya. Bahkan jika memperhatikan perkembangan situasi di sana belakangan ini, penggenapan nubuat Mazmur 83 ini sangat mungkin dapat terjadi dalam waktu dekat.

Bangsa "Palestina", yang di sini diwakili oleh "Edom" (Tepi Barat, di bawah Otoritas Palestina) dan "Filistea" (Jalur Gaza, di bawah Hamas), sudah lama memimpikan pengambilalihan seluruh tanah leluhur Israel untuk mereka jadikan Negara "Palestina". Begitu pula "Asyur" (Lebanon/Hezbollah, dan Suriah/ISIS), yang semuanya sama-sama menganut ideologi radikal yang mengamanatkan penghapusan kaum Yahudi dari muka bumi. "Hagar" (Mesir), "Ismael" (Arab Saudi) dan "Amon" (Yordania) hingga saat ini masih relatif moderat, tapi masing-masing negara ini tengah berjuang melawan gerakan-gerakan ekstremis Islam dari dalam maupun luar. Jika gerakan-gerakan ekstrim ini berhasil menguasai negara-negara tersebut, maka rampunglah pembentukan koalisi bangsa-bangsa dalam Mazmur 83, dan kita tinggal menunggu penggenapannya saja.


Salah satu contoh lain nubuat Akhir Zaman ini adalah Yehezkiel 38-39, yang menguraikan tentang penyerangan oleh koalisi bangsa-bangsa terhadap Israel. Koalisi bangsa-bangsa ini berbeda dari yang diuraikan dalam Mazmur 83, karena kali ini melibatkan bangsa-bangsa yang tidak bertetangga/berbatasan langsung dengan Israel. Koalisi ini dipimpin oleh Gog  dari tanah Magog, yang oleh mayoritas ahli nubuat Alkitab diyakini sebagai Rusia modern sekarang ini. Sebagaimana halnya dalam Mazmur 83, koalisi dalam Yehezkiel 38-39 ini pun belum pernah terjadi dalam sejarah; dan jika menyimak perkembangan akhir-akhir ini, hubungan kerjasama antara bangsa-bangsa yang disebutkan, khususnya antara Rusia dan Iran ("Persia"), terutama di bidang militer, makin erat dan intensif; di lain pihak, Iran dewasa ini adalah salah satu negara yang paling vokal menyuarakan sikap anti-Israel. Jadi boleh dibilang, nubuat Yehezkiel 38-39 ini sudah memasuki proses penggenapannya, dan boleh jadi kita akan melihatnya terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dari segi kronologis, ada indikasi kuat bahwa agresi multinasional versi Mazmur 83 mendahului Yehezkiel 38-39. Perhatikan Yehezkiel 38:11 yang berbunyi : "Engkau berkata: Aku akan bangkit bergerak menyerang tanah yang kota-kotanya tanpa tembok dan akan mendatangi orang-orang yang hidup tenang-tenang dan diam dengan aman tenteram; mereka semuanya diam tanpa tembok atau palang atau pintu gerbang." Ini mengisyaratkan bahwa pada waktu serangan besar-besaran di bawah pimpinan Gog (Rusia) itu terjadi, Israel sedang dalam keadaan aman dan damai, bebas dari rasa takut akan bahaya dan ancaman musuh. Hal ini belum pernah dirasakan sejak berdirinya Negara Israel pada tahun 1948, karena bangsa-bangsa Arab di sekelilingnya selalu berusaha melakukan penyerangan, baik secara frontal maupun melalui aksi-aksi terorisme, yang bahkan bermuara pada beberapa kali perang besar (di antaranya 2 kali perang besar melawan Hamas di Jalur Gaza). Rasa aman dan damai itu barulah dirasakan sesudah koalisi bangsa-bangsa Arab dalam Mazmur 83 itu terpukul kalah dan binasa sama sekali, sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.


Alkitab juga menubuatkan bahwa pada hari-hari terakhir, kota Yerusalem yang adalah ibukota Israel sejak masa purbakala, akan menjadi  sumber perebutan dan pertentangan yang sengit. Nabi Zakharia menubuatkan demikian:

(Zakharia 12:3, 9)
3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.
9 Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem."

Komunitas Arab yang mewakili umat Islam dunia, telah lama mengklaim hak atas kota Yerusalem, yang mereka sebut Al-Quds. Komunitas internasional pun tak ketinggalan menyerukan agar kota Yerusalem dibagi dua dan diserahkan sebahagiannya kepada rakyat "Palestina", dan mereka ramai-ramai menolak hak mutlak Israel atas seluruh kota Yerusalem.
Panorama kota Yerusalem
Tragisnya, nas Alkitab di atas juga menubuatkan akan adanya penghakiman Allah atas "segala bangsa yang menyerang Yerusalem", yakni mereka yang menggugat hak Israel atasnya.


Dari deretan nabi Perjanjian Lama, boleh dibilang yang paling lengkap dan rinci menubuatkan Akhir Zaman adalah DANIEL. Salah satu nubuatnya yang paling terkenal adalah pada waktu ia menjelaskan mimpi raja Nebukadnezar yang berupa penglihatan akan sebuah patung besar yang per bahagiannya dari kepala sampai kaki melambangkan kerajaan-kerajaan besar dunia secara berurut, mulai dari kerajaan Nebukadnezar sendiri (Babel) hingga kerajaan terakhir yang akan ditumbangkan pada waktu Mesias datang (Daniel 2:31-45).
Nubuat terkenal lainnya dari Daniel adalah yang menguraikan tentang "70 x 7 masa" yang telah ditetapkan Allah bagi bangsanya, Israel (Daniel 9:24-27):


24 Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
Malaikat Gabriel mendatangi Daniel
25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Para ahli Alkitab bersepakat menafsirkan "7 masa" dalam ayat-ayat di atas sebagai "7 tahun". Menurut sejarah, perintah untuk membangun kembali kota Yerusalem itu dikeluarkan oleh Koresy, raja Persia, pada tahun 445 s.M. (Nehemia 2:1-8), dan jarak antara waktu dikeluarkannya perintah itu hingga waktu kedatangan "yang diurapi" (Mesias) adalah "(7x7)+(62x7)" masa = 483 masa. Dengan menggunakan sistem perhitungan Yahudi (360 hari/tahun), maka sampailah kita pada tahun 30 M sebagai waktu kedatangan Mesias. Hal ini digenapi dengan tepat, karena pada waktu inilah Yesus memasuki kota Yerusalem (Matius 21:1-9), diikuti penyaliban-Nya (ayat 26).

Periode "69x7 masa" itu sudah lewat serta tercatat dalam sejarah, dan para ahli Alkitab pun bersepakat bahwa sejak berakhirnya periode "69x7 masa" itu, yang ditandai dengan peristiwa Pentakosta (turunnya Roh Kudus) dan lahirnya Gereja (dari kalangan Yahudi dan bangsa-bangsa lain), maka Allah "menghentikan sementara" perhitungan 70x7 masa itu, dan masih menyisakan 1x7 masa yang  terakhir, yang sekaligus akan menjadi 7 tahun terakhir bagi dunia ini. Saat ini kita tengah menjalani masa sela yang panjang antara "69x7 masa" yang sudah lewat itu dan "1x7 masa" yang tersisa itu, dan masa sela ini, yang disebut "Zaman Anugerah" atau "Zaman Bangsa-bangsa", akan berakhir pada peristiwa pengangkatan Gereja (Rapture) sebagaimana diuraikan dalam 1 Tesalonika 4:16-17 .


The End Times in Chronological Order: Gambaran Komplet Memahami Nubuat Alkitab Tentang Akhir Zaman Secara KronologisMasih banyak lagi nubuat-nubuat Akhir Zaman yang tercantum dalam Alkitab, dan yang diuraikan di sini hanyalah sekelumit, sebahagian kecil saja; namun kiranya cukuplah untuk menggambarkan situasi dunia sekarang ini, yang intinya menegaskan bahwa kedatangan Sang Mesias Penyelamat dunia ini sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Siapkah Anda menyambut kedatangan-Nya?





No comments:

Post a Comment